Rabu, 11 November 2009
Naiklah ke bukit itu, jika engkau berjiwa tinggi
mari ke danau
jika engkau sudi menjamu kekotoran
Mengalir lembut dari puisi penghidupanmu
tinta hitam menyaring kehidupan
pabila pelangi menjamah tubuhmu
tiada warna dapat dipadamkan
Lirik senyum bak sekumtum mawar
yang disarik dihujung penglihatan
pada piama batas kesejahteraan
pada pintu menaruh harapan
Hari ini langit mengundang air mata
yang disedut dari kali cita-cita
melepuh pada kulit yang setia
menahan daging dan tulang berhiba.
Tolehlah malam yang merindu siang
lumut di batu yang dahaga cintamu
mengusap-usap uban keputihan
mengira pada keluk-keluk usia
yang sentiasa menjaring kehidupan.
Mohamed Tahir bin Shahdan
Persiaran Citra, Johor Bahru.
November 2009
Selasa, 10 November 2009
Suatu Kehilangan
hidu pada kehidupan dan harapan
memeluk dahannya berduri
agar kelopaknya tetap berdiri
tangan tak terluka
mencacap rambut dan pipi.
saling menatap dan mencandai
menitip ilmu dan menyusuk pengalaman
agar hati tidak sedu, tapi saling menatap
kini terlepas dari tangkai impinan
taman-taman telah terlarang
berputik kembang, tidak wangi
dahan dipagar dengan bunga diracuni
suatu kehilangan : tak dapat mencium wangi.
10 Nov.2009
Minggu, 08 November 2009

( Buat kelahiran Cucu Ke tujuh )
Ada yang bertanya
seutas sayang memasuki waktu
pada kartika di sejadah senja
zikir membilang usia
Kartika di sejadah senja
keheningan bunga-bunga bitara
di batas hati sedang mengira
pada tangkai beralun mutiara kata
Kartika di sejadah senja
mengiringi purnama kasih
mengirim butir-butir gerimis itu
ketika bumi melabuh senja
Kartika di sejadah senja
hujan menjanji membasahi bumi
pada rindu merusuk sukma
putih bersih di persada kita
Kartika di sejadah senja
yang merentang serangkai kata
melabuh ke riba impian
membasah hati saat duha
menggunung zikir saat tahajud.
Mohamed Tahir bin Shahdan
Persiaran Citra, Johor Bahru.
Senin, 02 November 2009
Gambar Urusetia Bengkel Kembara Wangsa
Usahlah kauresah
seperti nyala pemberian hati di dadaku
akan nyala di kota-kota dan desa-desa
membakar setiap perasaan
membakar pada keadilan
membakar pada kesetiaan
di muka pengadilan
membakar hati mencari kebenaran
Memang tugasmu
di media, buku yang dibaca
agar terang ingatan sentiasa tanpa menggila
pada puisi dan gurindam di baca
membara pada cerita dan kata
Jangan di simpan di mata
jangan di simpan di hati
yang tidak kumiliki
api dadaku tidak pernah membakar
tapi menyala sebagai pelita
Hj. Mohamed Tahir Shahdan
Persiaran Delima 2, Kluang
2009
Minggu, 01 November 2009
Dewan Sastera November 2009

Senin, 26 Oktober 2009
Panggilan Kaabah
Selangkah Pengabdian
Selangkah pengabdian
untuk melukis pada sahara suci ini
yang akan ku pahatkan doa
lukis anugerah dan barokah
Selangkah pengabdian
rindui janji-janji Junjungan
kutitipkan pahala mengelilingi kaabah
dalam kehidupan kiswah.
Selangkah pengabdian
menelan purnama zikir itu
terus air mata tumpah
dililitan suara bertalbiah.
Dipuncak selangkah pengabdian
warna pakaian putih dikapan
berkumpul dipadang untuk pertimbangan
bertaubat tanda penyerahan.
Selangkah pengabdian
berduyun-duyun melontar jamaerah
pohon mendapat syafa’at nabi
bersujud di hidir Ismail
zam-zam di minum
membasahi badan kedinginan.
Akan datang ke tanah suci ini
mencatit buku amalan
menjernih hati berjelaga ini
mencari selangkah lagi pengabdian.
Mohamed Tahir bin Shahdan
Persiaran Citra, Johor Bahru.

