Indahnya Hati
Bila nak bertanya
hati lah tempatnya.
Bila nak merasa
hati di dahulukan.
Bila hati sakit
rasa terhiris sembilu tajam.
Bila nak berkata
lidah bertanya hati ' apa ceritanya'?
Bila nak berfikir
hati tempat rujukannya
Bila putus asa
harapan dibina berkecai sudah
hati tempat memujuk'
kembali berputik keyakinan.
Bila merindu
hati diruntun gelisan memuncak.
Bila nak beramal
hati berbunga riang
terus membenarkan.
Citra Delima
Nov. 2008
Pages
Jumat, 14 Januari 2011
Senin, 27 Desember 2010
SAJAK 1 MALAYSIA
WANCANA KUNING DARI PERSADA
1.
Kita menyayangi kedamaian
kita merindui semangat tolerasi
dari sehelai warkah persetujuan
bernaung dibawah lambang kedaulatan
Sekaki payung kuning dibentangkan
menjadi rimbun harapan
jika panas diredupkan
bila hujan menjadi perlindungan.
Keharmonian tercapai bertolak ansur
hormat menghormati sesama sendiri
bebas bergerak ke mana pergi
tatasusila yang dikongsi adalah pelangi
2.
akhir ini, lain bicara
cuba mentafsir mengikut selera
sekaki payung kuning mula ditanya
menggugat sejahtera
seaka mahu mengundang gerhana
Telah kita belajar dari setiap peristiwa
darah dan nyawa merata-rata
tangis dan sedu serta hiba
pada ketika kita diduga
kedamaian tergadai bila bibit wasangka dinyala
3.
Kembali berdiri, bersama
di bawah sekaki payung kuning
menjadi saksi kita
berteduh bahagia selamanya.
......Hj. Mohamed Tahir Shahdan
Antologi Puisi Suara 1 MALAYSIA.
2010
1.
Kita menyayangi kedamaian
kita merindui semangat tolerasi
dari sehelai warkah persetujuan
bernaung dibawah lambang kedaulatan
Sekaki payung kuning dibentangkan
menjadi rimbun harapan
jika panas diredupkan
bila hujan menjadi perlindungan.
Keharmonian tercapai bertolak ansur
hormat menghormati sesama sendiri
bebas bergerak ke mana pergi
tatasusila yang dikongsi adalah pelangi
2.
akhir ini, lain bicara
cuba mentafsir mengikut selera
sekaki payung kuning mula ditanya
menggugat sejahtera
seaka mahu mengundang gerhana
Telah kita belajar dari setiap peristiwa
darah dan nyawa merata-rata
tangis dan sedu serta hiba
pada ketika kita diduga
kedamaian tergadai bila bibit wasangka dinyala
3.
Kembali berdiri, bersama
di bawah sekaki payung kuning
menjadi saksi kita
berteduh bahagia selamanya.
......Hj. Mohamed Tahir Shahdan
Antologi Puisi Suara 1 MALAYSIA.
2010
Selasa, 07 Desember 2010
Sajak
Mencari Harapan
Sepanjang malam kunanti rembulan
sedang menari di ufuk timur
Sepanjang pagi kunanti ikan berlari
pada pukat sedang berlabuh
embun bermanik
pantai-pantai berlari
pasir-pasir berduka.
Mari kita bergerak kesempadan bayu
meniup sepanjang malam
batu-batu hitam
kekuningan
kekeringan.
Mari kita bergerak ke arah hayat
di jeti usang bergoyong
tiang batu kehijauan
lantaikan harapan
ketika membilang bintang
timur dan barat
Mari kita jernihkan semangkuk iman
membilang tasbih zikir
mencari harapan
dunia menjemput kematian
anak gugur ke laut
mencari karang-karang impian.
.......Hj. Mohamed Tahir bin Shahdan
Johor Bahru.
Sepanjang malam kunanti rembulan
sedang menari di ufuk timur
Sepanjang pagi kunanti ikan berlari
pada pukat sedang berlabuh
embun bermanik
pantai-pantai berlari
pasir-pasir berduka.
Mari kita bergerak kesempadan bayu
meniup sepanjang malam
batu-batu hitam
kekuningan
kekeringan.
Mari kita bergerak ke arah hayat
di jeti usang bergoyong
tiang batu kehijauan
lantaikan harapan
ketika membilang bintang
timur dan barat
Mari kita jernihkan semangkuk iman
membilang tasbih zikir
mencari harapan
dunia menjemput kematian
anak gugur ke laut
mencari karang-karang impian.
.......Hj. Mohamed Tahir bin Shahdan
Johor Bahru.
Senin, 25 Oktober 2010
SAJAK
Memadam Sebuah Kesunyian
(Buat teman-teman)
Memadam sebuah kesunyian
dari sebuah jendela lara
setahun di jendela lara
mencari titik bermula
Memadam sebuah kesunyian
dari pintu-pintu nasib
angin meniup malu
setia mendekap rumah mesraku
Memadam sebuah kesunyian
antara tumit pantai dan ombak
suka perkosakan kesucian pantai
sauh kebencian melabuh menanti
Atas kesunyian menunjang duka
cuaca membuka tingkap keyakinan
tuntun padang warna kehijauan
dengan cenderahati gundah
memadamkan sebuah kesunyian
.......Citra Delima
25 Oktober 2010
(Buat teman-teman)
Memadam sebuah kesunyian
dari sebuah jendela lara
setahun di jendela lara
mencari titik bermula
Memadam sebuah kesunyian
dari pintu-pintu nasib
angin meniup malu
setia mendekap rumah mesraku
Memadam sebuah kesunyian
antara tumit pantai dan ombak
suka perkosakan kesucian pantai
sauh kebencian melabuh menanti
Atas kesunyian menunjang duka
cuaca membuka tingkap keyakinan
tuntun padang warna kehijauan
dengan cenderahati gundah
memadamkan sebuah kesunyian
.......Citra Delima
25 Oktober 2010
Minggu, 24 Oktober 2010
SAJAK
Biar KuKutip Embun Jatuh Ke Bumi
Biar kukutip embun jatuh ke bumi
cantik laksana kiambang kembang
sinarnya luruh di pangkuan resah
yang membiak menutup sejarah.
Biar kukutip embun jatuh ke bumi
sambil kutadah bintang gujur dari langit
bercahaya melukis kejayaan
sebuah doa diwarnakan.
Kala itu, ada angin melimpar dingin
di halaman hati yang panas terik
sampai ke pintu lalaiku
di hujung rasa yang resah.
Biar kukutip embun jatuh ke bumi
mengerlip senyum kepuasan
dendang lagu-lagu pengharapan
sauh kebencian jatuh menanti.
Biar embun jatuh ke bumi
matahari belayar di langit derita
ombak laut terhenti
membasuh pantai menelan kenangan.
Biar kukutip embun jatuh ke bumi
yang menjadi sebutir debu angin
terbang jauh di celah cahaya
atas cinta, kasih dan duka.
.......Citra Delima
Oktober, 2010.
Biar kukutip embun jatuh ke bumi
cantik laksana kiambang kembang
sinarnya luruh di pangkuan resah
yang membiak menutup sejarah.
Biar kukutip embun jatuh ke bumi
sambil kutadah bintang gujur dari langit
bercahaya melukis kejayaan
sebuah doa diwarnakan.
Kala itu, ada angin melimpar dingin
di halaman hati yang panas terik
sampai ke pintu lalaiku
di hujung rasa yang resah.
Biar kukutip embun jatuh ke bumi
mengerlip senyum kepuasan
dendang lagu-lagu pengharapan
sauh kebencian jatuh menanti.
Biar embun jatuh ke bumi
matahari belayar di langit derita
ombak laut terhenti
membasuh pantai menelan kenangan.
Biar kukutip embun jatuh ke bumi
yang menjadi sebutir debu angin
terbang jauh di celah cahaya
atas cinta, kasih dan duka.
.......Citra Delima
Oktober, 2010.
Kamis, 21 Oktober 2010
SEBUAH PUISI BUAT HARI JADI ISTERIKU
Sebuah Nyanyian Di Pagi Sabtu
(Buat Hari Kelahiran isteriku pada 23.10.2101)
Masing-masing menyanyi di pagi itu
sebuah melodi cinta
dari seberkas kasih yang bercahaya
sebuah dairi di kala gerimis.
Sebuah nyanyian di pagi sabtu
yang ku ulangi di hari jadimu
kisah cerita-cerita itu kepadaku
waktu demi waktu
Sepanjang hari berlagu
semua ceritanya yang ada padaku
dari bunga-bunga yang di siram kasih
hingga ku petik dijambangan hati
Sebuah nyanyian di pagi sabtu
pohon tubuhku membelit kalbu
bunga meniupkan bau-bau
sebuah melodi lagu ciptaan ku
Lagu ini memberi kenangan
dalam lambaran percintaan
dua insan membina istana kasih
tersergam di puncak membara
hingga ke garisan langit senja.
.......citra delima
23 Oktober 2010
Senin, 18 Oktober 2010
Sajak - Mencari Warna K
ita
Aku pernah melihat langit menurunkan warna
pohon mengugurkan daun-daunnya
bumi sedang menyiap tanah kubur
yang meminjam tubuhnya
lahir dari rahim tanah
Warna langit tumpah pada rohnya
dibiarkan mencari warna tanah
menitis masuk wajah batu
yang mencerita rahsia perjalanan
Mari memandang pada lipat cahaya langit
dengan mata yang meraba bumi
mencari basah tanah
bentuk air
untuk mengikat tubuhku.
Biarkanlah bumi mencari warna rahimnya
warna tanah
pada tulang-tulang kelahiran
kebenaran wajah-wajah tanpa nafas
Mari kita mencari warna sendiri
dari tanah, langit warna matahari
yang akan diserah pada tanah
yang melahirkan kita
seperti impian yang nyata.
....citra delima
itaAku pernah melihat langit menurunkan warna
pohon mengugurkan daun-daunnya
bumi sedang menyiap tanah kubur
yang meminjam tubuhnya
lahir dari rahim tanah
Warna langit tumpah pada rohnya
dibiarkan mencari warna tanah
menitis masuk wajah batu
yang mencerita rahsia perjalanan
Mari memandang pada lipat cahaya langit
dengan mata yang meraba bumi
mencari basah tanah
bentuk air
untuk mengikat tubuhku.
Biarkanlah bumi mencari warna rahimnya
warna tanah
pada tulang-tulang kelahiran
kebenaran wajah-wajah tanpa nafas
Mari kita mencari warna sendiri
dari tanah, langit warna matahari
yang akan diserah pada tanah
yang melahirkan kita
seperti impian yang nyata.
....citra delima
Sajak : Cinta Tak KesampaianKan ku hiris luka
ku hiris di jantung kalbu
pada daging-daging
pada denyut nadi
cinta-cintaku
Kan ku perah sedalam-dalam
ke sungai cinta
yang akan menyampai salam
pada siang dan malam
kan ku selam dalam kolam cinta
mencari-cari kebenaran
mata air dan punca
pada tali dayung kehidupan
pada timba kejujuran
akan ku buka topeng itu
mencari wajah sebenar cintaku
di sebalik rembulan
yang kesiangan
Sukar bagiku mencari punca tali percintaan
yang tersimpul pada urat nadi kepalsuan
pada jalan keluar kehibaan
yang jelas
cinta tak kesampaian.
.....citra delima
Johor Bahru
Langganan:
Postingan (Atom)